Rumkitban Blora

medical podcast 1

Medical Podcast: Gigi Berlubang, Sebaiknya Ditambal atau Dicabut?

Pernahkah Anda merasakan ngilu mendadak saat menikmati es krim favorit atau minum teh hangat? Atau mungkin Anda mendapati bintik hitam dan lubang kecil di permukaan gigi? Hati-hati, itu adalah tanda awal dari gigi berlubang atau dalam istilah medis dikenal sebagai karies gigi.

Banyak orang yang bingung saat menghadapi masalah ini: “Kalau gigi sudah berlubang, sebaiknya ditambal atau langsung dicabut saja, ya?”

Untuk menjawab keraguan tersebut, Rumkitban Blora (RST DKT Blora) menghadirkan pembahasan edukatif dalam program Live Stream Medical Podcast bersama drg. Malihatul Rosidah. Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Gigi Berlubang (Karies Gigi)?

Gigi berlubang terjadi akibat kerusakan pada lapisan email gigi yang dipicu oleh asam dari plak. Plak sendiri terbentuk dari penumpukan sisa-sisa makanan—terutama yang manis dan lengket—yang bercampur dengan bakteri di dalam mulut.

Beberapa faktor utama penyebab munculnya gigi berlubang antara lain:

  • Kebersihan mulut yang kurang terjaga (jarang menggosok gigi).
  • Pola makan tinggi gula dan karbohidrat.
  • Kurangnya asupan/pemakaian fluoride.

Gejala Umum Gigi Berlubang

Kerusakan gigi sering kali tidak terasa di tahap awal. Namun, seiring bertambah dalamnya lubang, gejala berikut biasanya akan muncul:

  1. Rasa ngilu saat mengonsumsi makanan/minuman dingin, panas, atau manis.
  2. Terlihat lubang kecil yang makin lama makin membesar dan dalam.
  3. Perubahan warna pada struktur gigi (menjadi kecokelatan atau kehitaman).
  4. Bau mulut yang tidak sedap (halitosis).
  5. Nyeri hebat/cenat-cenut, terutama jika infeksi sudah mencapai jaringan saraf gigi.

Fakta Menarik: “Kadang gigi yang keliatannya masih utuh di luar ternyata udah rusak parah di dalam. Makanya penting banget periksa ke dokter gigi secara rutin, bukan cuma nunggu saat terasa sakit saja.”drg. Malihatul Rosidah.

Ditambal vs Dicabut: Mana Pilihan Penanganan yang Tepat?

Keputusan untuk menambal atau mencabut gigi sangat bergantung pada tingkat kerusakan yang dialami oleh gigi tersebut.

1. Kapan Gigi Harus Ditambal?

Penambalan adalah tindakan prioritas untuk mempertahankan gigi asli selama ukurannya masih memungkinkan.

Kriteria Gigi yang Bisa Ditambal:

  • Ukuran lubang masih skala kecil hingga sedang.
  • Kerusakan belum menyebar hingga ke bagian akar atau saraf gigi.
  • Jaringan penopang gigi masih kuat dan tidak ada infeksi berat.

Kelebihan & Kekurangan Tambal Gigi:

  • Kelebihan (Pro): Struktur gigi asli tetap utuh, prosedur relatif cepat & hemat biaya, serta Anda bisa langsung makan beberapa jam pasca-prosedur.
  • Kekurangan (Kontra): Bahan tambalan bisa aus/rusak jika tidak dirawat dengan baik dan memerlukan kontrol ulang berkala.

2. Kapan Gigi Harus Dicabut?

Pencabutan gigi adalah langkah terakhir yang diambil dokter gigi apabila struktur gigi sudah tidak mungkin lagi untuk dipertahankan.

Kriteria Gigi yang Harus Dicabut:

  • Lubang sudah terlalu besar dan merusak sebagian besar mahkota gigi.
  • Terjadi infeksi parah, abses (penumpukan nanah), atau kerusakan saraf total.
  • Gigi sudah sangat goyang dan berisiko menjadi sumber infeksi bagi organ tubuh lain.

Kelebihan & Kekurangan Cabut Gigi:

  • Kelebihan (Pro): Menghilangkan sumber nyeri secara total dan mencegah penyebaran infeksi ke gigi sekitarnya.
  • Kekurangan (Kontra): Merusak susunan gigi jika dibiarkan ompong (gigi lain bisa bergeser), serta membutuhkan biaya tambahan untuk pemasangan gigi tiruan (denture), bridge, atau implan gigi.

Apakah Prosedur Tambal dan Cabut Gigi Itu Sakit?

Banyak masyarakat menunda berobat ke dokter gigi karena rasa takut akan rasa sakit. Padahal, kemajuan teknologi kedokteran gigi saat ini sudah sangat nyaman!

  • Saat Tambal Gigi: Prosedur ini sangat minim ketidaknyamanan. Sebelum tindakan, dokter akan memberikan anestesi lokal sehingga Anda tidak akan merasakan sakit selama penambalan. Rasa tidak nyaman ringan setelah efek bius hilang dapat diatasi dengan obat pereda nyeri biasa.
  • Saat Cabut Gigi: Pencabutan juga dilakukan di bawah anestesi lokal (bius). Selama proses pencabutan, Anda hanya merasakan tekanan tanpa rasa sakit. Nyeri pasca-pencabutan dapat diredakan dengan resep obat yang diberikan oleh dokter gigi.

5 Tips Sederhana Mencegah Gigi Berlubang

Mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Terapkan kebiasaan sehat ini sehari-hari:

  1. Sikat Gigi 2x Sehari: Gunakan pasta gigi mengandung fluoride, terutama sebelum tidur malam dan sesudah sarapan.
  2. Gunakan Benang Gigi (Dental Floss): Bersihkan sela-sela gigi yang tidak tertjangkau oleh bulu sikat gigi.
  3. Batasi Makanan Manis & Lengket: Kurangi konsumsi permen, cokelat, atau minuman bersoda.
  4. Minum Air Putih yang Cukup: Air putih membantu membilas sisa makanan dan menjaga produksi air liur (saliva).
  5. Rutin Kontrol Setiap 6 Bulan Sekali: Periksakan kondisi kesehatan mulut Anda ke dokter gigi secara berkala.

Kesimpulan

Gigi berlubang sebaiknya ditambal atau dicabut sangat tergantung pada seberapa parah tingkat kerusakannya. Oleh karena itu, hindari mendiagnosis atau merawat kondisi gigi Anda sendiri. Serahkan penanganannya kepada dokter gigi profesional agar mendapatkan perawatan yang tepat.

“Ayo jaga kesehatan gigi kita bersama, karena senyum yang sehat adalah investasi jangka panjang!”

Layanan Kesehatan Gigi Rumkitban Blora (RST DKT Blora)

Jika Anda mengalami keluhan gigi berlubang, ngilu, atau ingin melakukan pembersihan karang gigi (scaling), segera berkonsultasi dengan tim dokter gigi kami di Rumkitban Blora.

  • 📧 Email: dktblora@gmail.com
  • 📞 WhatsApp: 08112644080
  • 🌐 Website Resmi: www.dktblora.id